Tidak Berbohong walau dalam Situasi Sulit

Image courtesy of Stuart Miles/ FreeDigitalPhotos.net

Secara akal sehat (common sense) bohong itu tidak baik. Kadang-kadang kita dihadapkan pada situasi yang memaksa kita untuk berbohong. Untuk justifikasinya, kita lantas membuat-buat alasan “Oh, ini khan darurat, emergency. Dalam kondisi gini bolehlah berbohong.” Apapun alasannya, sebagai manusia normal kita akan merasa menyesal setelah melakukan tindakan berbohong. Rasa menyesal ini, adalah beban yang mengganggu kesehatan mental kita. Kalau dalam bahasa spiritualnya, bohong adalah energi negatif yang mengotori kesucian jiwa sehingga menghalangi orang untuk mencapai pencerahan. So, sebaiknya sebisa mungkin bohong itu dihindari. Kalau tidak bisa, ya gimana lagi 🙂

Saya punya cerita, bagaimana cara untuk menghindar dari berbicara bohong. Triknya lumayan unik, out of the box . Continue reading

Posted in Motivasi | Tagged , , , | 4 Comments

Johnny Depp Punya Saudara Orang Indonesia

Siapa yang tak kenal Johny Depp. Bintang film Pirates of the Caribbean, dengan karakter Jack Sparrow, ini dikenal di mana-mana. Semua sequel Pirates-nya menangguk sukses besar: The Curse of the Black Pearl, Dead Man’s Chest, At World’s End, On Stranger Tides. Pengin tahu berapa Johnny Depp digaji dari sequel On Stranger Tides? Jangan kaget ya, US$ 55,5 juta, lebih dari setengah trilyun rupiah!

Dan jangan kaget ya [ini gak ada hubungannya dengan capaian dia dari maen film]. Konon katanya, Johny depp punya saudara orang Indonesia. Wajahnya mirip banget seperti kembar, apalagi yang ada kumisnya. Setidaknya itulah kata temen-temenku he…he…he… Continue reading

Posted in Dunia Artis | Tagged , , , | 1 Comment

Demanding, Cara Sukses Mencapai Tujuan

Image courtesy of Ambro / FreeDigitalPhotos.net

Beberapa waktu yang lalu saya diskusi dengan team saya, dalam rangka coaching. Dalam sesi coaching ini, tema yang ditawarkan adalah TODE (Take ownership, Outside-in, demanding, End-to-end) dan Performance. Sebagian besar memilih tema Demanding. Saya bertanya, mengapa mayoritas memilih demanding? Ternyata alasan yang paling dasar adalah kesulitan mereka dalam demand (request) kepada orang (tim) lain. Delivery time dari orang/pihak/tim/rekan kerja yang di-request, sangat sering tidak sesuai harapan. Kadang hanya meminta data yang sederhana saja, rekan kerja memberinya beberapa hari kemudian, itupun setelah diingatkan beberapa kali.

Dalam diskusi coaching itu, kita mencoba mengupas sampai tuntas, mengapa orang lain tidak memberi sesuai yang kita harapkan? Di kantor ini, kita sudah mafhum dengan budaya kerja “kepuasan pelanggan adalah hal yang utama”, kita berasumsi bahwa semua orang punya semangat untuk memberikan yang terbaik. Namun tampaknya, banyaknya beban pekerjaan, menyebabkan orang tidak mudah untuk menentukan prioritas. Juga banyaknya pekerjaan, orang kadang lupa dengan request kita. Oleh karena itu, kita dituntut untuk lebih demanding. Kita perlu melakukan tindakan yang lebih, tidak sekedar meminta dan menunggu diberi. Continue reading

Posted in Managing People, Tips Karir | Tagged , , , | Leave a comment

Seksi itu, Wanita Bawa Mobil Sport

Kemarin pagi waktu berangkat ke kantor, aku melewati contra flow tol Tangerang-Jakarta. Begitu mulai masuk contra flow di km 7, aku kaget banget waktu melihat kaca spion, di belakangku ada mobil CRV menempel ketat di belakang. Yang bikin kaget bukan karena mobil yang mepet banget dengan belakangku, tapi si pengemudi mobil itu. Kaget campur kagum!

Biasanya, yang suka nempel dari belakang itu sopir cowok yang gak sabaran alias brangasan. Ini yang bikin aku gregetan, makanya sering mobil aku lambat-lambatin biar yang di belakang semakin panas aja. Lha sekarang, yang nempel mepet-mepet ini cewek sexy! Gregetan sih tentu saja, tapi gregetannya tidak seperti biasanya 🙂 Continue reading

Posted in My Personal Life | Tagged , , , | 6 Comments

Kisah Inspiratif: Jangan Nilai dari Kulitnya

Ilustration. Image from www.psych.ubc.ca

Mungkin cerita-cerita seperti ini sudah banyak. Misalkan cerita tentang sepasang suami istri yang tampangnya sangat tidak meyakinkan yang berniat menyumbang gedung suatu universitas, tapi diremehkan, dan akhirnya mereka membangun universitas sendiri. OK lah, aku cerita dulu tentang suami istri ini, sebelum aku cerita punyaku sendiri.

Setting cerita ini di Amerika Serikat (US). Alkisah, sepasang suami istri mendatangi universitas ternama. Mereka ingin menemui rektor. Pakaiannya kumal dan sangat sederhana. Begitu ketemu sekretarisnya saja, langsung dipandang aneh dan diremehkan, mau apa gerangan orang seperti ini menemui sang rektor. Sekretaris bilang bahwa hari itu rektor sangat sibuk, apalagi mereka tidak ada janji uuntuk ketemu sebelumnya, jadi mereka mesti menunggu cukup lama. Oleh si sekretaris, mereka dibiarkan menunggu lama. Dia berharap kedua orang tua ini bosan menunggu sehingga segera pergi. Aneh, mereka masih saja menunggu, justru si sekretaris yang semakin tak sabar agar mereka berdua pergi. Continue reading

Posted in Motivasi | Tagged , , , , | Leave a comment