Dataguard 10g: Switchover Physical Standby DB

Tulisan ini merupakan lanjutan dari serial Dataguard 10g. Tulisan terdahulu telah membahas tentang persiapannya, cara membuatnya, me-manage-nya, dan ada juga contoh kasus kalau kita kehilangan archived log. Sekarang saya akan membahas switchover (role transition) physical standby database.

Role transition, perubahan fungsi dari PRIMARY ke STANDBY dan sebaliknya, ada dua macam yaitu:

  1. Switchover
    Sesuai dengan istilahnya, ini adalah men-switch (mengubah) peran dari database STANDBY menjadi PRIMARY dan database PRIMARY menjadi STANDBY. Biasanya dilakukan kalau kita ingin melakukan maintenance pada mesin PRIMARY, misalnya menambah memory atau CPU yang memerlukan downtime.
  2. Failover
    Bila karena suatu hal tiba-tiba database PRIMARY mati, maka kita tidak bisa melakukan switchover karena database PRIMARY keburu mati duluan. Yang bisa kita lakukan adalah ‘memaksa’ database STANDBY untuk menjadi PRIMARY. Istilah ‘memaksa’ inilah yang kira-kira lebih pas untuk menjelaskan fail over.

Langkah-langkah melakukan Switch Over pada Physical Standby DB

Dalam contoh ini, database PRIMARY ada di MESIN A dan database STANDBY ada di MESIN B. Berikut ini persiapan yang mesti dilakukan:

Continue reading Dataguard 10g: Switchover Physical Standby DB

Dataguard 10g: Solusi Archived Log Hilang

Karena masalah jaringan, beberapa waktu yang lalu archived log di primary database tidak terkirim ke standby database (hal seperti ini sering saya alami). Kadang-kadang karena kesibukan, saya tahunya setelah beberapa hari, jadi mesti mengejar untuk apply archived log yang tertinggal itu.

Policy saya, archived log di production saya compress (zip), backup ke tape, dan hapus setiap hari. Archived log di-keep di backup sehingga tidak banyak memakai banyak space di production (primary).

Continue reading Dataguard 10g: Solusi Archived Log Hilang

Dataguard 10g: Administrasi Physical Standby DB

Setelah semua persiapan beres dan standby database selesai dibuat, sekarang kita coba administrasinya.

MONITOR ARCHIVED LOG DI STANDBY DATABASE
Di standby database, lihat archived log yang sudah dan belum diapply:
SQL> set lines 120
SQL> col name for a50
SQL> select name,to_char(FIRST_TIME,'dd-mon-yy hh24:mi:ss') TIME ,SEQUENCE#,APPLIED from v$archived_log order by sequence#;

Continue reading Dataguard 10g: Administrasi Physical Standby DB

Dataguard 10g: Membuat Physical Standby DB (1)

Dataguard adalah solusi HIGH AVAILABILITY dari Oracle. Tujuannya adalah untuk membuat database standby (secondary/tambahan) agar bila sewaktu-waktu database production (primary) mati maka database standby itu bisa menggantikan posisi menjadi production.

Setiap ada perubahan di primary, maka standby segera diupdate, sebisa mungkin diusahakan agar delta (perbedaan data antara primary dan standby) kecil. Mekanisme update standby adalah dengan apply archived log. Archived log dikirim dari primary ke standby, kemudian di apply di standby.

Berdasarkan mekanisme apply archived log, database standby ada dua tipe:

  1. Physical standby database.
    Archived log diapply secara konvensional (by block per block), sebagaimana kalau kita melakukan recovery database dengan archived log.
  2. Logical standby database
    Dari Archived log diextract SQL statement-nya, kemudian SQL statement itu di apply

Continue reading Dataguard 10g: Membuat Physical Standby DB (1)