Film Inception: Mimpi dalam Mimpi, Relatifitas Waktu

Masih cerita tentang kawanku, Prib. Lebih tepatnya, ceritanya Prib aku ceritakan kembali di tulisan ini. Cerita Prib ini masih berbau-bau science, pseudoscience lah. Cerita tentang mimpi. Sebagain besar temen-temen tentunya tahu film Inception, yang dibintangi aktor Leonardo DiCaprio dan disutradarai oleh Christopher Nolan. Cerita yang paling menarik di film ini adalah tentang mimpi.

Di film Inception, diceritakan tentang mimpi di dalam mimpi, alias mimpi bertingkat (multi level), bahasa kerennya lucid dream. Tingkatan mimpi yang sering kita alami mungkin dua tingkat. Dan mungkin kita pernah mengalami juga tiga tingkat, tapi kita tidak ingat. Lha wong mimpi 1 tingkat saja sering lupa, apalagi dua atau tiga tingkat. Kalo di film ini, mimpi sampai tingkat 4. Wow!

Pernah mimpi seperti mengalami peristiwa yang lama banget, padahal tidur hanya beberapa jam saja? Aku pernah mengalaminya. Kalau mimpi indah sih asyik-asyik aja, lha kalau mimpi buruk? Wah, bisa kayak di neraka aja itu.

Diceritakan di film ini, waktu itu relatif.

  1. Di mimpi tingkat pertama, waktu terasa 12 kali lebih lama dari pada di alam fisik/nyata/real.
  2. Di mimpi tingkat 2, waktu terasa 60 kali lebih lama dari pada tingkat pertama.
  3. Di mimpi tingkat 3, waktu terasa 12 kali lebih lama dari pada tingkat 2.
  4. Di mimpi tingkat 4, waktu terasa 12 kali lebih lama dari pada tingkat 3. Di film ini, tingkat 4 disebut limbo.

Kalo dihitung, di limbo, waktu menjadi lebih lama 12x60x12 kali waktu fisik. Jika seseorang tidur selama 5 menit, dan selama itu dia bermimpi sampai tingkat 4 (limbo), maka waktu di limbo seperti 1 tahun.

Tingkatan-tingkatan mimpi dengan pengali waktu ini cuma imajinasi lho ya, bukan science. Tapi, imajinasi ini masih bisa dicerna akal kok.

Di film Inception, hanya diceritakan mimpi sampai tingkat limbo. Sekarang, mari kita perdalam lagi imajinasi kita. Imagine, mimpi sampai 10 tingkat.  Di alam fisik tidur dan bermimpi selama 5 menit, di mimpi tingkat 10 waktu menjadi 3 juta tahun. Wow! secara possibility, ada sampai tak terhingga kemungkinan tingkatan mimpi. Wah, ngeri juga.

Prib lebih jauh lagi membawa cerita ke hal yang aku rasakan sangat misteri, yaitu kematian. Kata Prib, menurut pengertian orang-orang pada umumnya, mati itu ya ketika detak jantung dan nafas berhenti. Sejak berhentinya aliran darah dari jantung, otak masih bekerja sampai kira-kira 10 menit sebelum otak itu rusak total. Di rentang waktu ini, apa yang dirasakan oleh orang yang bersangkutan? Kesadaran normal (consciousness) sudah mati, tinggal kesadaran di level bawah (unconsciousness, under consciousness) yang tersisa.

Prib mulai mengajak untuk berandai-andai “Bisa jadi, di rentang 10 menit inilah, manusia mengalami peristiwa yang sangat dasyat”.
“Apa itu?” Wah-wah, aku semakin tersihir lagi sama ceritanya Prib.

Peristiwa dasyat itu adalah, si orang yang baru saja mati itu mengalami mimpi yang bertingkat-tingkat. Seperti yang diceritakan tadi, waktu yang cuma 5 menit di alam fisik, di alam mimpi tingkat 10 waktu bisa terasa 3 juta tahun. Jika selama 10 menit (sejak jantung berhenti hingga menuju kerusakan otak total) si orang ini mimpi sampai 10 tingkat, maka dia akan merasakan waktu selama 6 juta tahun! Enam juta tahun, serasa tak terhingga jika dibandingkan dengan hidup di alam fisik yang rata-rata 70-an tahun!

“Pernah mimpi buruk?” tanya Prib. “Kadang-kadang” jawabku.

Mimpi buruk, biasanya sebelum tidur itu pikiran sedang galau, kacau, resah, sedih, menyesal, intinya kondisi pikiran sedang negatif. Kok celakanya, waktu bermimpi itu diri ini tidak sadar kalo sedang bermimipi. Dan pengalaman buruk di alam mimpi ini kok ya sulit diatasi. Syukurlah, mimpi buruk akhirnya selesai setelah tubuh bangun dari tidur.

“Sekarang, bayangkan jika di mimpi tingkat 10 itu dirimu mimpi buruk” kata Prib. “Itulah neraka! Mimpi buruk selama 6 juta tahun, seperti di neraka yang hampir tak terbatas lamanya!”

Itulah kenapa, ketika menjelang ajalnya, orang dibimbing untuk mengikhlaskan semuanya. Dimintakan maaf kepada orang-orang yang pernah dia buat salah. Pikirannya dibuat tenang atas semua hal. Dengan tenangnya pikiran, semoga dia tidak terjebak dalam mimpi buruk yang lamanya tak terkira itu. Kalau toh masih terjebak dalam mimpi tingkat 10, semoga itu mimpi yang indah. Mimpi indah yang lama sekali, serasa 6 juta tahun, itulah surga.

Apapun keyakinan orang, entah theis, agnostik, atau pun atheis; peristiwa yang seperti surga dan neraka ini bisa saja terjadi pada mereka. Memang, otak akan hancur dan mati total selama 10 menit kemudian sejak kematian seseorang, tapi 10 menit itu bisa menjadi 6 juta tahun di surga ataupun 6 juta tahun di neraka.

Di akhir cerita, Prib menegaskan “Surga dan neraka yang aku ceritakan ini adalah surga dan neraka menurutku saja lho. Konsep surga dan neraka menurut kepercayaan orang -orang, mungkin saja bukan begitu.”

“Dan Ingat, ada tak terhingga kemungkinan tingkatan mimpi, tidak cuma 10. Artinya apa? Kamu sudah siap menghadapi mati? :)”

This entry was posted in Science, Spiritual and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *