Merekam Suara, Teknik Mengatasi Gagap dan Bicara Cepat


Image courtesy of hin255/ FreeDigitalPhotos.net

Salah satu terapi gagap yang aku temukan adalah berbicara sendiri, direkam, dan dengarkan rekaman itu. Apakah terapi ini bener-bener aku yang menemukannya? He…he…he… Aku hanya berlebihan aja becandanya. Maksudnya, aku memakai teknik ini tanpa ada yang memberitahu secara langsung, aku hanya ngira-ngira dan itu cocok buatku. Tapi, samar-samar kayaknya pernah deh ada orang yang menyarankan cara seperti itu untuk menterapi gagap. Tapi apapun itu, aku telah menemukan bahwa ini adalah cara yang sangat cocok buatku.

Dengan mendengarkan suaraku sendiri, aku menjadi kaget dan kagum. Oh, ternyata begini ya suaraku. Lucu-lucu dan seru 🙂 Yang pasti, aku jadi tahu persis, di bagian mana atau kata-kata apa tepatnya yang paling gampang bikin aku gagap. Selain gagap, aku kalo ngomong kadang cepet banget, sampe orang sering minta aku mengulangi apa yang aku ucapkan. Lengkaplah penderitaanku, sudah gagap, ngomongnya juga cepet. Anyway, dengan mendengarkan suara sendiri, aku jadi tahu persis di mana kelemahan dan kekuranganku dalam bicara.

Kalo biasanya, orang lain yang memberi saran atau feedback atas bicaranya kita. Kini, kita sendirilah yang memberi feedback karena kita mendengarkan dengan jelas bagiamana suara kita. Feedback dari kita sendiri untuk kita sendiri, hem… tentunya ini adalah feedback yang sangat kuat dan bermanfaat banget karena kita yang tentunya paling tahu akan diri kita sendiri.

Sembuhnya gagap atau ngomong terlalu cepat, itu tidak serta merta, aku mengalaminya secara bertahap (gradual). Aku pernah cerita bahwa aku sudah bisa mengatasi gagapku, namun itu tidak seratus persen gagapnya sembuh. Kadang-kadang gagap dan bicara cepet itu muncul lagi, apalagi ketika dalam keadaan tertekan, gugup, buru-buru, malu, atau takut. Nah, dengan teknik yang aku sharing di tulisan ini, aku merasa gagap dan bicara cepat itu bisa berkurang.

Begini cara yang aku lakukan:

  1. Cari tempat yang nyaman. semakin sunyi semakin baik. Tidak ada orang yang tahu, sehingga aku merasa nyaman senyaman-nyamannya. Tempat ini bisa kamar, atau mobil. Aku biasa lakukan di mobil, sambil menikmati macetnya Jakarta. Rata-rata, perjalanan berangkat kerja 90 menit, pulang kerja 120 menit, total 210 menit. Ini adalah waktu yang lumayan panjang untuk ngomong sendiri.
  2. Siapkan rekaman. Aku pakai HP dan headset (headset itu gabungan antara headphone dan mikrofon 🙂 ).
  3. Nyalakan rekaman (recording).
  4. Mulai bicara apa saja. Ngawur saja, ibarat kata sih 🙂 Intinya ngomong apa yang pengin aku omongin. Pikiran-pikiran spontan yang muncul di pikiran, langsung aku omongkan. Sesimple itu. Tanpa niat yang macam-macam, tanpa niat untuk ngomong yang bagus seperti pidato atau wawancara. Tanpa beban, tanpa keinginan. Hanya ngomong saja.
  5. Setelah capek ngomong sendiri, aku bisa 5 menit atau 10 menit, aku berhenti ngomong dan matiin recorder.
  6. Puter rekaman dan dengarkan. Wow…. amazing, aku jadi ngerti aku sendiri. Ternyata, selama ini aku tidak ngerti seperti apa suaraku. Setiap hari aku denger suaraku, tapi aku tidak kenal bagaimana warna suaraku. Paradoks memang 🙂

Selanjutnya apa? Aku melakukan analisa berikut:

  1. Aku cenderung susah ngomong (gagap) untuk kata dengan awalan huruf b, m, n, dan apalagi ya?
  2. Aku cenderung ngomong cepet untuk kata-kata serapan misalnya efektif, efesien, dan apalagi ya?
  3. Ketika ngomong sendiri begini, tidak banyak terjadi gagap atau cepat ngomong. Oh, rupanya ini karena aku rileks banget. Ya rileks lah, soalnya ngomong sendiri tanpa takut didenger dan diketahui orang.

Selanjutnya, aku lakukan lagi proses ngomong dan ngrekam. Untuk kata-kata yang aku lemah (gagap dan ngomong cepat) aku “pay attention” banget dan berusaha sebaik mungkin untuk kata-kata tersebut. Hasilnya? Wow, luar biasa, improvementnya kerasa banget.

Selanjutnya, ini yang paling utama, aku akhirnya menyadari bahwa kejadian gagap dan ngomong cepat itu semakin parah kalau diri tidak rileks. Makanya, aku mesti bisa membawa suasana rileks ke dalam semua yang aku lakukan. Kalau ngomong ke orang banyak, aku harus rileks. Kalau ngomong dengan orang penting, aku harus rileks. Rileks serileks-rileksnya seperti ketika akau ngomong sendiri tanpa ada orang lain. Ketika muncul perasaan tidak nyaman, anggap orang yang diajak ngomong itu tidak ada sehingga aku bisa rileks 🙂

This entry was posted in Bicara Gagap and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Merekam Suara, Teknik Mengatasi Gagap dan Bicara Cepat

  1. Catcilku says:

    Baru tahu ada teknik seperti ini. bisa dicoba nih 😀

    • Rohmad says:

      Nice to try. Trust me, it works 🙂

      • Johannes says:

        Thanks ya Bro..
        Soalnya saya juga salah satu member yang mengalami hal ini,
        sehingga membuat tidak pede & percaya diri kalo berbicara dgn banyak orang, apalagi klo berbicara by telp

        Terakhir thanks banget ats tips membangun nya

        Salam,
        Johannes

  2. Johan says:

    Luar biasa.
    Akan saya coba.

  3. Dony says:

    Akan saya coba…btw makasaih ya atas masukan teman2 semua…N saya dari Timor Leste

  4. berly says:

    hahahhaha saya juga sering begitu, apalahi kalo di suruh baca di kelas
    ,

  5. berly says:

    wau dony dari negara timor leste ya, salam kenal aja ya,

  6. tHakim says:

    maEn kue sTep2e…
    iJin coba bOsssss

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *