Kunci Komunikasi Sukses: Mendengarkan


Image courtesy of Michal Marcol / FreeDigitalPhotos.net

Dulu saya pernah kerja di perusahaan konsultan IT, sebagai DBA (Database Administrator) specialist. Perusahaan saya ini dapat proyek implementasi dan maintenance Database Oracle di sebuah perusahaan jasa. Dalam masa dua tahun maintenance, kami mendapat beberapa komplain keras dari client. Sebenarnya, tim DBA yang di-assign ke perusahaan client ini kapabilitasnya sangat bagus. Mungkin karena client ini mempunyai beberapa DBA sendiri yang jago-jago dan merasa tahu banyak mengenai Database Oracle, sehinga dalam banyak kesempatan mereka gampang menilai kinerja kami begini-begitu.

Akhirnya project manager (PM) kami memutuskan untuk merolling tim DBA yang bertugas, pertimbangannya: mungkin saja DBA client butuh DBA yang baru dari kami untuk penyegaran. Akhirnya saya di-assign untuk handle client ini. Jadi, alasannya semata-mata karena penyegaran, bukan karena saya lebih baik kemampuan DBA-nya (lha wong DBA yang saya ganti ini lebih senior dari saya).

Hari pertama, saya membenarkan kata temen DBA yang saya ganti itu. Bener, para DBA client itu terasa sangat tidak bersahabat. Mereka komplain ini-itu, saya hanya mendengarkan saja “Oh ya, begitu ya Pak.” Saya tidak banyak berargumen untuk membela diri. Misi saya di hari pertama itu hanya ingin mengetahui apa yang mereka rasakan. Hari kedua, mereka terasa lebih bersahabat. Hari ketiga dan seterusnya, akhirnya saya berteman akrab dengan mereka.

Mendengarkan: sangat sepele, tapi sering dilupakan. Kunci sukses semua komunikasi adalah kesediaan untuk mendengarkan.

He…he… ternyata masalahnya simple sekali. Mereka butuh didengarkan 🙂 Waktu rapat evaluasi, PM berkata kepadaku, “Mad, mereka suka sama elo. Mereka elo apain aja?”.

***

Tentang kesaktian mendengarkan ini, saya ada cerita lucu. Pernah seorang programmer SQL nanya ke saya lewat telpon “Kenapa query ke tabel ini kok tidak memakai index, ya? ”  Akhirnya saya datangi programmer ini. Saya tanya masalahnya kenapa, dia jelaskan panjang lebar. Waktu itu saya hanya mendengarkan saja. Setelah sekian lama ngomong akhirnya dia teriak “Mad, gue tahu jawabannya kenapa!” He…he… lucu khan, saya hanya duduk di sampingnya dan mendengarkan saja apa yang dia katakan. Eh, tahu-tahu dia menemukan sendiri jawaban atas masalahnya itu 🙂

 

This entry was posted in Managing People and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Kunci Komunikasi Sukses: Mendengarkan

  1. danang says:

    pak rohmad, saya masih kuliah dan saya juga ingin menjadi DBA. Web bapak ini banyak membantu dalam pembelaajran saya. saya ucapkan banyak terima kasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *