Menghargai dengan Berterima Kasih


Image courtesy of Stuart Miles / FreeDigitalPhotos.net

Beberapa waktu lalu ada seorang rekan kerja menghampiriku sambil berkata, “Terima kasih, Mas. Sejak Mas Rohmad menjelaskan goal dan benefit enhancement aplikasi Customer Service di Kick of Meeting kemaren, saya jadi sangat mengerti betapa bergunanya feature ini.” Jlebbb! Hatiku gembira banget, dan serasa melayang-layang.

Di kesempatan lain, ada rekan kerja yang bilang, “Mas, terima kasih ya. Sejak Mas Rohmad bilang bahwa loading web SAP lumayan lama, saya sebagai owner aplikasi langsung merespon dan men-tuning web tersebut. Syukur, sekarang loading web SAP jadi semakin cepat dan pengguna yang lain jadi lebih puas.” Jlebbb lagi!┬áHatiku gembira banget, dan serasa melayang-layang.

Sebelumnya, mereka berdua bukanlah rekan kerja special, hanya tim lain yang kebetulan ada hubungan kerja. Hanya dengan mengucapkan terima kasih yang sederhana ini, saya jadi merasa sangat diapresiasi dan dihargai, sehingga mereka berdua jadi tampak special di mataku sekarang. Selanjutnya, hubungan kerja kami jadi semakin akrab. Kalau ada perlu apa-apa, mereka berdua cenderung lebih saya prioritaskan.

Mengucapkan terima kasih, tampak sangat mudah dan sederhana. Namun, seberapa sering kah kita selama ini berterima kasih pada seseorang yang telah membantu kita? Mudah dan sederhana, tapi mungkin ini sering kita abaikan. Padahal yang mudah dan sederhana ini, dampaknya sangat luar biasa. Yang diberi ucapan terima kasih akan senang dan memberi ucapan terima kasih balik, selanjutnya kita pun ikut senang, selanjutkan hubungan semakin akrab, dan selanjutkan segala urusan akan semakin lancar.

Namun adakalanya, ucapan terima kasih itu terasa hambar, hanya sekedar basa-basi pemanis bibir. Kalau begitu, bukan manfaat baik yang didapat justru sebaliknya malah menyinggung perasaan, sehingga ucapan terimasih tersebut malah lebih baik tidak usah diucapkan saja. Berikut ini ucapan terima kasih yang baik:

  • Berangkat dari hati yang ikhlas, bahasa Ingris-nya sincere
  • Disampaikan juga alasannya. Ucapan “Terima kasih, ya” itu masih kurang. Lebih baik disertakan reason seperti ini “Terima kasih, ya, atas penjelasannya. Saya jadi sangat mengerti sekarang”.

Mari, mulai sekarang kita biasakan mengucapkan terima kasih. Mulai dari hal-hal sepele, misalkan berterima kasih setelah email kita dijawab. Yang lebih besar lagi, berterima kasih pada orang tua ataupun pasangan kita. Nanti setelah makan malam bersama di rumah, sampaikan terima kasih pada ibu atau pasangan yang telah memasak dan menyiapkan makan malam, “Terima kasih bu, makan malam ini enak sekali.” Dijamin, ibu akan semakin sayang sama kita, dan pasangan akan semakin cinta sama kita ­čÖé

This entry was posted in Managing People, Motivasi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Menghargai dengan Berterima Kasih

  1. ady says:

    Pak Rohmad,

    Saya senang sekali membaca artikel di blog bapak. Kebetulan saya memang sedang mencari ilmu ttg Oracle, karena selama ini saya berkecimpung di SQL Server. Menurut bapak, di Indonesia banyak memakai yang mana pak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *