Database Appliance: Shared-nothing vs Shared-everything

Melanjutkan tulisan saya beberapa waktu lalu mengenai database appliance, sekarang saya akan membahas arsitekturnya. Sebagian besar datawarehouse appliance menggunakan teknologi MPP (massively parallel processing) dengan “shared-nothing architecture”, contoh yang saya sangat mengerti adalah Teradata; sementara solusi Oracle tidak menggunakan “shared-nothing architecture”.

Berikut ini perbandingan antara Oracle dan teradata.

Gambar saya ambil dari white paper Teradata yang berjudul Exadata is Still Oracle.

Exadata sendiri secara khusus merupakan teknologi storage, bukan database (RDBMS). Sementara solusi Oracle untuk database yang menggunakan teknologi storage (Exadata) ini disebut sebagai Oracle Exadata Database. Kita sering confuse dengan istilah-istilah ini karena kata Exadata sering dipakai untuk menyebut (menyingkat istilah) Oracle Exadata Database. Semoga tidak tambah bingung setelah membaca tulisan ini 🙂

Pengertian shared nothing

Saya kutip dari wiki “A shared nothing architecture (SN) is a distributed computing architecture in which each node is independent and self-sufficient, and there is no single point of contention across the system. More specifically, none of the nodes share memory or disk storage.”

Bahasa sederhananya, pada shared-nothing, masing-masing  server memakai memory dan disk sendiri, atau server yang satu tidak berbagi memori dan disk dengan server yang lain (server di sini bisa dimaknai juga dengan node, CPU, atau proses). Di sini jelas, database Teradata menggunakan arsitektur shared-nothing.

Bagimana dengan database Oracle? Dari dulu sampai sekarang, arsitektur database Oracle bukan “shared-nothing” tapi “shared-everything“. Makanya di Oracle kita familiar dengan istilah shared-server, juga memory SGA (system global area) dan shared-disk yang dipakai beramai-ramai 🙂

Arsitektur Exadata sebagai teknologi storage, bukanlah “shared-everything”, namun saya belum berani menyebutnya “shared-noting” karena terus terang saya belum meng-explore Exadata sampai sedetil-detilnya. Bahasan detailnya bisa dibaca di dokumentasi Oracle.

Kalau boleh saya gambarkan begini:

Oracle Exadata Database = Oracle Database + Oracle Exadata [storage].

Oracle Exadata Database = Shared-everything + not shared-everything.

Kesimpulannya, Teradata Database mengimplementasikan arsitektur “shared-nothing”, sementara Oracle Exadata Database tidak. Catatan:

  • not shared-everything bukan berarti shared-nothing.
  • not shared-nothing bukan berarti shared-everything.

Mana yang lebih baik di antara kedua solusi ini, Teradata atau Oracle? Tentu saja jawabannya tidak simple, lihat situasi dan kondisi, juga perlu dijelaskan dari sudut pandang mana kita menilainya. Diskusi yang menarik lebih lanjut bisa ditengok di forum Oracle.

BTW, sebenarnya kita sedang ngomongin Shared-nothing vs Shared-everything atau Teradata vs Oracle, sih? 🙂

 

 

This entry was posted in Advance Technology, Datawarehouse and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Database Appliance: Shared-nothing vs Shared-everything

  1. zia uddin says:

    hi
    thanks a lots off articles with Database Appliance .this post is very useful with us.its very important for us.
    http://oracle-based.com/discover-exadata-database-machine-prerequisite-oracle-enterprise-manager-12c/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *