Kenangan Tahun 80-an: Lagu, Artis, Acara TV, Seni, dan Hiburan


Foto ilustrasi dari Sigitsusinggih.net

Satu hal yang paling menarik adalah beberapa minggu lalu saat acara itu menampilkan Tony Danoe yang menyanyikan lagu ACI, Toni Danoe ini adalah pengisi suara lagu soundtrack film ACI. Kemarin malam juga ada Tommy J Pisa yang face-nya nggak seimut dulu sekarang tampangnya kayak dosen akuntansi dasar, kalo Obbie Messakh ini aneh, mukenya sampai sekarang kagak jauh beda dengan dulu. Ada juga Ria Resty Fauzi, dia ini dulu tinggal di Tegal Parang, adiknya teman sekelas saya dan terakhir saya ketemu dia pas lulus SD tahun 1986/87, saya lagi makan mie ayam di pinggir jalan Buncit yang lagi dilebarin (dulu jalanan buncit-mampang cuman ada dua jalur kecil) dan ada Ria Resty Fauzi bareng adiknya Reynette juga makan mie ayam…..Tahun 80-an ada nilai lebihnya dibanding tahun-tahun sebelumnya dalam bidang budaya pop. Di tahun itu format budaya sudah terbentuk. Lagu-lagu Indonesia mengalami sebuah perubahan yang revolusioner ini sama dengan Amerika Serikat pada pertengahan tahun 1950-an ketika musik Rock N’ Roll serta gerakan pemberontakan kaum muda pada adat lama yang dimanifestasikan dalam filmnya James Dean, Rebel Without Reason.

Saya kira acara ini kalau dipercanggih lagi akan menarik perhatian dan meningkatkan rating serta membawa dampak terhadap pengetahuan sejarah generasi muda yang tidak mengalami masa jayanya tahun 80-an.

Pada suatu episode saya melihat Joe `project pop’ Suhana bersama teman-temannya sedang berkumpul, Joe menunjuk plat Orari yang cuman ada di tahun 80-an, tahun 70-an Plat orari nggak ada dan di tahun 90-an riwayat Orari pudar. Jadi plat radio Orari emang khas tahun 80-an banget. Sudah begitu Joe menunjuk mobil-mobil khas tahun 80-an, sembari ada celetukan kalo naik mobil gaul kayak anak pejabat. Dari cerita kecil ini saja sudah terlihat adanya perubahan ekonomi politik bahwa dulu emang yang kaya anak pejabat, sekarang tahun 2000-an yang kaya anak pengusaha….

Sebenarnya banyak cerita menarik di tahun 80-an diluar kisah politik. Lawakan-lawakan dulu kalo dihadirkan pasti menarik. Saya lihat Cahyono di acara Tukul masih lucu, dan juga jojon sering manggung, sayang U’uk yang bandar kambing di Tenabang udah meninggal begitu juga dengan Joyce dan Prapto. Ada cerita Cahyono di acara Tukul tentang kesan jadi pelawak jaman dulu, Cahyono bercerita. Pada suatu saat dia ngelawak dengan Gombloh (Gombloh, ini seingat saya nggak punya grup cuman dia sering ngelawak bareng Suroto dan juga kerap muncul di film-film Benyamin S). Si Gombloh ini ngelawak di Nite Club, yang nonton cuman beberapa orang. Saat si Gombloh ngelawak salah seorang penonton yang mabuk itu berteriak “nggak lucu…nggak lucu!!!!” tiba-tiba penonton itu ngelempar botol, salah seorang penonton lagi marah terhadap kelakuan penonton yang ngelempar botol jadilah mereka berantem. Semua pelayan bar, bartender dan orang yang ada disitu pada takut dan bersembunyi di balik meja. Gombloh yang masih terus ngelawak karena nggak liat orang berantem, segera sadar dan langsung menuju kolong meja dimana ada seorang pelayan yang juga sembunyi. Karena kondisi Nite Club gelap, pelayan itu tidak melihat wajah Gombloh, dan Gombloh nanya “ada apa sih mas…kok orang-orang pada berantem” si pelayan menjawab dengan nada kesal “anu…mas ada pelawak, ngelawaknya nggak lucu!”….Si Gombloh bibirnya langsung memble.

Cahyono ini kalo ngelawak suaranya lantang, dan sering jadi mentornya Jojon. Gaya lawakannya yang paling berkarakter kalo ngumpan Jojon jadi orang culun tapi suka sama cewek, si Cahyono selalu ngajarin bagaimana caranya dapetin cewek dengan mantra-mantra dari dukun yang bahasanya lucu dan Jojon susah ngapalinnye, termasuk juga ngembus asep rokok empat kali di muka cewek dan yang sering jadi ceweknya adalah Joyce yang belakang posisi Joyce setelah ia meninggal digantikan Prapto, Prapto ini dulu juga sering ngelawak bareng Harry Koko, Sumiati dan Mama Hengky. Gaya lawakan Cahyono diikuti dengan baik oleh Eko Patrio.

Kalo bisa diperpanjang acara ini dilengkapi dokumenter masa-masa tahun 80-an, seperti pasar Blok M yang terkenal dengan Melawainya dan Aldiron Plaza tempat gue main ding dong dulu, Ratu Plaza, Jakarta Fair di Monas, atau nyari Jeans di Cibaduyut Bandung.

Tahun 80-an juga dikenal masa pencekalan musik, orang-orang seperti Rhoma Irama dan Iwan Fals tidak boleh tampil di TVRI, sebelumnya Jenderal Hoegeng Iman Santoso (eks Kapolri yang membongkar penyelundupan mobil Robby Tjahjadi yang dibekingi oleh Keluarga Cendana ?) juga dicekal dalam acara Hawaian Senior ?

Saking rindunya penonton 80-an pada aksi Rhoma Irama dan Iwan Fals yang dicekal, sampai ada joke terkenal seingat saya yang pertama kali ngucapin Indro Warkop waktu jadi MC di acara FFI tahun 1984 “penonton…ada kejutan, di acara ini ada Rhoma Irama” penonton berteriak riuh dan bertepuk tangan lalu ditambahi lagi sama Kasino “ada Iwan Fals” penonton tepuk tangan lagi, terakhir Dono Warkop nyeletuk “tapi mereka ada dirumahnya masing-masing” joke ini sebenarnya sindiran halus pada pemerintah Orde Baru.

Ada juga Kak Seto yang kayaknya entah ngedukun di mana face-nya nggak berubah, beda dengan Henny Purwonegoro yang dulu cantik banget tapi sekarang wajahnya udah kayak oma-oma.

Kalau bisa acara zona 80-an juga menyisipkan cuplikan cerdas cermat, sebuah tontonan wajib jam 5.30 sore setelah saya mandi sore. Nisrina Nur Ubay dan Anton Hilman mentor bahasa Inggris di TVRI juga lucu, kalo diingat Yus Badudu, Anton Moeliono dalam bahasa Indonesia trus dokter Herman Susilo yang marah-marah ke pasiennya dengan pintu praktek dokternya yang khas seperti pintu koboy. Please deh Metro TV acara Zona 80-an ditambahin lagi jadi 1,5 jam sukur-sukur bisa dua jam.

Tahun 80-an Never Die…….

By Anton. Dikutip dari http://www.mail-archive.com/forum-pembaca-kompas@yahoogroups.com/msg36940.html

Silahkan baca yang ini juga:

This entry was posted in Artis Lawas, Dunia Artis and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

35 Responses to Kenangan Tahun 80-an: Lagu, Artis, Acara TV, Seni, dan Hiburan

  1. Ir631489 says:

    aku seneng lihat zona 80,lebih2 ada utha dengan lagunya “Esokkan masih ada”, kalau bisa tampil lagi dengan lagu,”bersatu dalam damai”. teringat waktu sekolah2 SMP/SLTA dulu, kalau bisa lagu toar tangkau,ebiet g.ade,doel sumbang,johan untung,ernie kulit,

  2. kusdiana says:

    Walaupun pada era 80an usia saya saat itu masih sekitar 8-10 tahun, tapi saya masih ingat tentang apa-apa yang diungkapkan pada artikel di atas. Saya masih inget susahnya untuk menikmati hiburan di tv. Saya harus rela pergi ke tetangga sebelah hanya untuk sekedar nonton acara “album minggu kita” yang tayang setiap minggu siang yang merupakan acara favorit saya waktu itu. Atau mengintip dari hordeng tetangga kalo sudah malam. Maklum pada saat itu harga tv lumayan mahal itupun tv yang layarnya black & white, apalagi untuk membeli tv berwarna kayaknya nggak mungkin. Tapi setelah dua dekade telewatkan kini di setiap rumah hampir mempunyai tv. mulai dari model CRT, LCD, Plasma TV.
    Namundari segi kwalitas acara. Era 80an lebih mempunyai nilai moral dibandingkan dengan acara televisi sekarang yang dibumui dengan materi-materi yang lebih bersifat angan-angan, hurahura. Entah sepuluh tahun, duapuluh tahun kedepan apaka acara tersebuit masih terus dipertahankan. Sebagai orangtua kitalah yang menjadi filternya. Itulah makna dari adanya komunitas zona 80an. Berfungsi sebagai pembanding.

  3. Yono says:

    Hai teman temanku…..
    saya sangat antusias sekali mendengar tahun 80 an itu apalagi ada acara di Metro TV ZONA 80 cukup asyik de……
    sekarang saya sedang mencari dan pengen dengerin lagu zamannya lagu KIDUNG oleh Christ Manusama. dulu ada yg nyanyiin bersama cewek Bule. nah aku juga pengen dengerin lagu lainnya yg sejamansm Kidung. seperti lagunya dari karya Baskoro ” Damai tapi Gersang”, Adji Bandi dan lainnya seperti yang pernah dinyanyikan oleh Dhenok Wahyudi, lagu kemarau oleh Eben Hutauruk atau Zamannya Lomba Cipta lagu Prambors.
    semoga teman-teman dapat menemukan lagunya dan menampilkannya di ZINA 80 Metro TV.

    Thanks
    Sukses selalu

  4. darwas ibrahim says:

    Musik pengiring zona 80an coba dong!! cara mainnya dengan NYALI, jangan kaku kayak musik program (organ tunggal) terutama untuk pemain Bas dan Drum serta tiupan saxophone abang Albert Sumlang yang memukau. Tolong diperkaya nyalinya terutama untuk lagu-lagu ciptaan abang Rinto Harahap, tolong putar kaset abang Rinto Harahap kembali dan dengarkan nyali beliau memetik Bas dan ngeDrumnya abang Reynold. Padahal Musik di tahun ini PUNCAKNYA MUSIK INDONESIA berkiprah serta sangat memperhatikan etika bermain dan etika bahasa lagu. Sayang ketika Nia Daniati, Kristine Panjaitan, Betharia Sonata,Iis tampil di zona 80an , musiknya tidak seperti pemusik handal di jaman abang Rinto Harahap. Posisi abang Rinto ketika sbg pencipta Lagu adalah seorang pemain Bass maka petikan bas amat sangat diperhitungkan coba dengar Lagu “Tak sedetikpun” dan dengar tiupan sax Albrert pada lagu “Mimpi” alaaa maaak . Abang Rinto tahu persis setiap lagu ciptaanyna layak disuarakan oleh( Nia, Betha, Diana Nst, Kristine,Iis atau Broeri Pesolima. dsb)

    Terima kasih buat abang Rinto Harahap. Maaf, banyak kelompok musik lain popularitasnya sama di jaman ini tapi garapan musiknya pincang pemain basnya kaku, pukulan basdrum tidak elastis bahkan seperti belajar ngedrumb .Tapi abang Rinto dan abang Reynold Pangabaian kerjasama samasekali tidak ada celah. Terima Kasih

  5. supriyatno muntilan says:

    emang betul

  6. supriyatno muntilan says:

    emang betul, era sekarang yang kurang adalah moralitas, tatakrama.termasuk lirik lagu-lagu. tahun 80 – an atau sebelumnya syair lagu cinta , misalya, masih dibungkus dengan gaya bahasa, atau kata atau kalimat yang justru membuat syairnya menjadi enak dihafalkan, didengarkan

  7. Kaymazza says:

    woeyyy minta lirik “Ryda” yg judulnya “rindu” sapa aja mo ngasih thank pisan ……

  8. egotunggal says:

    Kilas balik ke dasawarsa 80an memang asyik.

  9. tian says:

    Klo nostalgia tahun 80-an pastinya masih inget dong sama dbase, basic, Wordstar, dan Lotus 123 :)

  10. utantanang says:

    Aku setuju !

  11. dhany says:

    friends,
    Tahun 80 an aku masih usia – usia SMP, tapi lagu – lagu tahun itu enak banget di kuping. tommy j pisa, tio fanta pinem, iis sugiarti. to habis deh lagu-lagunya. tolong dong, kalo ada yang tau lirik lagu dan judulnya (aku cuman tau refreinya: dingin ku semakin dingin…. tanpa kau disisiku…. hanya selimut rindu, teman dalam tidurku). bagi bagi ke aku yaakk. thanks. 80′s never dies.

  12. Darwas Ibrahim says:

    to ; supriyatno muntilan
    emang betul, era sekarang yang kurang adalah moralitas, tatakrama.termasuk lirik lagu-lagu. tahun 80 – an atau sebelumnya syair lagu cinta , misalya, masih dibungkus dengan gaya bahasa, atau kata atau kalimat yang justru membuat syairnya menjadi enak dihafalkan, didengarkan

    tambahan ;
    Dulu, Proses penciptaan lagu menggunakan bahasa pujangga.
    Anda pernah dengar lagu sekarang yang kata-katanya berulang-ulang “KAMU BAJINGAN” dari sebuah
    kelompok musik ? setelah beredar beberapa lama baru diganti dengan ” Oo- Oo ” kemanakah
    badan sensor ?

    dan ada lagi kelompok musik menulis syair ” Diam Seribu BAHASA” yang mestinya “Diam Seribu BASA” berasal dari kata ” BASA-BASI anda pasti tahu bahwa bahwa “Diam” pastilah tidak berbahasa,
    Lalu kemana para Pakar Bahasa kita? saya bukan bermaksud mencari-cari kesalahan tapi bertolak dari motto “Bahasa menunjukan Bangsa”

  13. yan says:

    ah… 80an!… tiada banding tiada tanding acara tvri oke banget. 80an mengingatkan manusia indonesia pada masa itu. aku malas cerita kamu sendiri bisa ngerasakan. saya rasa agar tv kita exis banget acara 80an harus ada kalo nggak ketinggalan ama metro tv. hidup metro tv.

  14. wasis pwr says:

    wah kalau denger lagu th 80 an sepertinya,aku masih duduk di bangu SMA

  15. uni says:

    Kalu boleh usul, bisa gak acara “Aneka Ria Safari” “Selecta Pop”, “Kamera Ria”yang dulu ada di TVRI ditayangkan kembali. Saya rasa teman2 yang pernah mengalami masa2 di tahun 80an juga pengen mengulang kembali nostalgia sambil menikmati lagu2 Thn 80an.

  16. iyan says:

    tolong ya kalo ada yang tahu judul dan penyanyinya,,syairnya dia berbicara sepertimu, dia terlihat seperti kamu,,kasih kembalilah kepadaku,,

  17. yan-favo says:

    kalo lagi dengerin lagu nostalgia 80-an serasa nikmat hidup ini.
    lupa kalo sekarang udah jadi jaman edan. lagunya ga bisa di nikmati

  18. chakalankdole says:

    waduh…walaupun lahir tahun 85,tp waktu masih dikampung, kemana2 taksi(angkot bahasa palu dan sekitarnya…hehehehe) pada mutarin lagu2 jaman dulu… dari lagu obie mesakh,mpe pance pondaag,ada oom iwan fals, mpe mbah crisye… hehehehe.. jadi ingat kampung lagi nih…. hehehehe…. nih lagi download lagunya ratih purwasih, benci tapi rindu… hehehehe… wah, klo dengar lagunya, biasanya tau siapa penyanyinya, tapi judulnya g ingat lagi…. harap maklum aja… hehehehehe… pokoknya, ku setuju klo acara di METRO TV itu, hukumnya wajib tuk ditambahin jam tayangnya… hehehehe

  19. kumel says:

    ga ada tempat downloadnya ya ,lahu yang di era 80an

  20. rina says:

    aduhh…. jadi ingat waktu SMP dulu… memory yang tidak terlupakan… bravo metro…

  21. Zamzam says:

    tolong kepada semua pecinta musik rock jadul, saya hapal sedikit syair lagu tapi tidak apal judul lagunya dan penyanyinya.
    adapun syairnya :
    Hidupku di dunia
    yang penuh dengan dosa
    …………………
    Alam narkotika
    si pembawa derita
    ………………
    ………………
    Reff:
    Tapi kini kusadari
    walau …………
    takkan kembali….
    ………………
    tolong apa judulnya dan siapa penyanyinya. terimakasih.

  22. odanxisonfire says:

    well saya juga seorang penggemar lagu-lagu jadoel, diawali oleh tante yang sering dengerin lagu dari ermy kullit, rafika duri, yoppi latul, mus mujiono, sian pramana putra.etc..ampe skr pun lagu-lagu di pc saya di dominasi poleh lagu2 taon 80an, cuz mempunyai makna khusus hehehehe

  23. haris johan says:

    hidup para jadul mania muka boleh jadul tapi soal gaya jangan sampe ketinggalan loe,gue sih penggemar lagu indonesia supaya bangsa ini bisa menghargai karya para pencipta

  24. bejo says:

    kapan lagu DEL TA KODEL Mas Sis NS ditayangkan di zona memori

  25. bejo says:

    Mas Sis NS, Gimana kabarnya Anggota SERSAN PRAMBOS. Apa masih lengkap aja. tayangkan donk lagu-lagu jadulnya di zona memori seperti DEL TA KODEL, SERIUS TAPI SANTAI. Kangen pengen dengar lagi. Salam buat Mas Pepeng

  26. darwas ibrahim says:

    Mas Sys NS dan mbak Trimurti
    Maaf. saya telah sejak lama tidak suka ZONA 80an hanya karena Musik Pengiring yang TIDAK PAS. tidak nyambung, tak punya nyali alias kaku. seperti musik program organ tunggal.

    Mulai 01 Agustus 2010 Zona Memori kembali saya sukai karena Musik pengiringnya BAGUS. Mungkin tidak semua musisi ini yang hidup pada era Black Brother atau The Mercy’s berkibar. tapi tiupan saxophonnya, nyali dari pemain basnya , pengisian melodi and keyboardnya,saemua pemain,Oke!. mereka sangat menghayati lagu-lagu pada jaman ke-emasan itu meskipun ada diantara mereka belum lahir atau belum dewasa tapi teknik bermainnya oke lho!.

    Gitu dong SYS!, Pemain musik tidak perlu sarjana.
    Musisi cabutan yang suka dari pesta ke pesta jauh lebih bernyali dari pada sarjana musik dan dari pada pemain tetap dari sebuah group musik ternama.

  27. saepul says:

    da yg tau lirik lagu nie judulnya apa n sapa penyanyinya

    jangan kirimi aku
    minyak dan bulu onta
    jangan kirimi aku
    karpet dan bunga korma

    kirimkan saja
    wangi tubuhmu
    senyum cintamu…

  28. fitri says:

    aku butuh info u download lagu2 80 yg lengkap lagux coz sering coba tp slalu lagu tdk tsedia…i

  29. bambang rinanto says:

    Bagi2 syairnya lagu “Dalam Kegelapan” Harry Moekti dong kalau punya

  30. Arie says:

    Tahun 80an? ahhhh….Tak kan mungkin aku lupakan.

  31. 3r44r says:

    tyw5nmj4yyyyyrtyh

  32. edy suwarno says:

    Setiap dengerin lagu zona 80 an, pasti kebayang masa lalu yang indah dan tidak pernah bosan. terima kasih metro tv, saya tidak pernah absen melihat acara tsb.

  33. SUGIANTORO says:

    saya baca semua posting teman2 kita mengalami hal yang sama pada masa itu, itulah tahun yang tidak pernah kita lupakan konyol,polos&kreatif krn keterbatasa uang jajan kita, trimakasih TVRI yang membuat acara dari hati yang tulus dan iklash, jaya selalu TVRI bawa TVRI sebagai TV kebanggaan indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>