Skip to content

Pantaskah Membanggakan Nama?

“Jenenge tak tambahi Kartolo, yo. Ben koyok penyanyi Rahmat Kartolo. Mosok jeneng kok rohmad thok.” Begitulah kata canda dari dokter puskesmas. Kalo diartikan ke bahasa Indonesia, begini kira-kira maksudnya “Namanya saya tambah Kartolo, ya. Biar kayak penyayi Rahmat Kartolo. Masa nama kok cuma Rohmad.”

Saya masih ingat banget, kejadian itu pas saya berobat di puskesmas. Dokter yang memeriksa memang sangat akrab dengan pasien. Pantesan beliau disukai banyak orang, khususnya anak-anak. Mendengar candanya itu, emak yang mengatar saya hanya senyum-senyum saja. Waktu itu saya masih SD, kayaknya kelas satu deh.

Setelah kejadian itu aku nambahi nama Kartolo di buku-buku tulis & pelajaranku. Teman-teman pada heran, “Lho, kok jenengmu dadi Rohmad Kartolo? Wis dibancaki durung?”. [Lho, kok namamu jadi Rohmad Kartolo? Sudah dikenduriin belum?"] Di kampungku dulu, orang yang namanya diganti atau ditambah harus mengadakan selametan/kenduri.

Terus terang saja, waktu itu saya merasa kalau nama Kartolo itu sunggah mempermanis nama Rohmad. Di kampungku memang kebanyakan nama hanya terdiri satu kata saja. Yang namanya dua kata atau lebih itu biasanya dari keluarga mampu/kaya. Sementara saya khan dari keluarga kebanyakan/rata-rata.

Namun nama Kartolo nggak bertahan lama mendampingi nama Rohmad. Pada suatu hari saya ngotak-atik huruf dan menemukan kata Kantoro. Kayaknya kata Kantoro lebih cakep dan enak terdengarnya dari pada Kartolo. Jadi deh namaku Rohmad Kantoro.

Rohmad Kantoro ini bukan nama resmi lho. Yang resmi tetep Rohmad. Nama tak resmi ini jadi identitas buku-buku yang saya miliki. Semua buku dan barang-barang yang perlu identitas saya tulis nama Rohmad
Kantoro.

Namun lama-lama Rohmad Kantoro kembali lagi jadi Rohmad. Saya sering malu ketika ditanya seseorang tentang sejarah dan arti nama Rohmad Kantoro. Saya sulit bercerita kalau Kantoro hanya nama buatan (bukan pemberian orang tua) yang sengaja saya pakai untuk memperindah Rohmad. Waktu SMP saya sudah tidak menggubris lagi nama Kantoro itu.

***

Waktu kuliah saya sempat aktif di suatu Kelompok Pengajian (KP). KP ini sering mengadakan pengajian atau diskusi di masjid-masjid. Setelah cukup senior, saya sering mendapat tugas untuk jadi pembicara. Demi kepentingan marketing, nama saya jadi Ust. Rohmad Fikriyan Fattaya. Wow… namanya keren amat. Ada kebanggaan tersendiri ketika saya mengeja kata roh-mad fi-kri-yan fat-ta-ya. Di satu waktu, nama saya lebih beken sebagai Ust. Rohmad Fikriy

Setelah keluar dari KP, saya merasa enggan untuk tetap memakai nama Rohmad Fikriy itu. Merasa nggak enak dengan diri sendiri.

Kini, saya merasa enjoy dengan nama Rohmad saja. Nggak merasa perlu tambahan embel-embel Kartolo, Kantoro, Swiwi, Fikriyan Fattaya, atau Fikri. Kalau toh orang-orang yang sempat mengenal saya sebagai Rohmad Fikriy, ya saya persilahkan dia untuk manggil saya Rohmad Fikriy. Terserah apa panggilan orang, saya sudah tidak memikirkannya sama sekali.

Oh ya, tambahan kata st di nick rohmadst itu cuma dummy. Di wordpress khan sudah ada yang pakai nick rohmad. Jadi deh saya pakai nick rohmadst. Ya itu tadi, saya sudah tidak lagi mempermasalahkan/memikirkan nama. Silahkan panggil saya Rohmad, Rohmad San, Fikriy, atau blekutak juga boleh.

Kalau melihat para pejabat yang berlomba-lomba menambahi namanya dengan kata Muhammad, H, HM, KH, Dr, MSc, dan lain-lainnya itu saya jadi ingat dengat Kartolo, Kantoro, Fikriyan Fattaya, dan Fikri. Saya teringat kalau saya dulu juga pernah punya keinginan untuk lebih keren dengan nama yang mentereng.



Silahkan baca yang berikut ini juga :
  • No Related Post

3 Comments

  1. rohmad itu nama yg bagus, gak usah ditambahin jadi rohmadsan :D
    ngomong2, mengikuti saranmu nih Mad, aku akhire tuku domain juga. di link balik yaaa, di
    http://www.andiewicaksono.com

    tengkiu :)

    Posted on 16-Apr-08 at 2:10 pm | Permalink
  2. baru tau nih, ternyata Rahmat Kartolo itu penyanyi :D sering denger baru ngeh sekarang

    Posted on 06-Jun-08 at 2:12 am | Permalink
  3. Ndak nyangka aku pak lek sampeyan ternyata ustadz :)

    Posted on 19-Nov-08 at 12:43 pm | Permalink

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*