<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Dunia hantu orang Jawa</title>
	<link>http://rohmad.net/2008/04/08/dunia-hantu-orang-jawa/</link>
	<description>Administrasi &#124; Belajar &#124; Tutorial</description>
	<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 16:09:18 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>By: dshe</title>
		<link>http://rohmad.net/2008/04/08/dunia-hantu-orang-jawa/#comment-47</link>
		<dc:creator>dshe</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 07:31:31 +0000</pubDate>
		<guid>http://rohmad.net/2008/04/08/dunia-hantu-orang-jawa/#comment-47</guid>
		<description>Massss...
Klo bisa hadirkan video ttg kehidupan mistik dongg..
Misalnya video yg merekam penampakan makhluk halus gitu..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Massss&#8230;<br />
Klo bisa hadirkan video ttg kehidupan mistik dongg..<br />
Misalnya video yg merekam penampakan makhluk halus gitu..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rohmadne</title>
		<link>http://rohmad.net/2008/04/08/dunia-hantu-orang-jawa/#comment-36</link>
		<dc:creator>rohmadne</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 06:27:34 +0000</pubDate>
		<guid>http://rohmad.net/2008/04/08/dunia-hantu-orang-jawa/#comment-36</guid>
		<description>Energi itu bukan cuma panas. Saya mendoakan orang tua saya, itu adalah bentuk penyaluran energi [baik]. Saya mengutuk orang yang saya marahi, itu juga bentuk penyaluran energi [buruk]. Orang mati, panasnya mungkin hilang semua. Orang mati yang tidak ikhlas, banyak dendam yang belum terbalas, banyak ambisi yang belum tercapai, dan banyak emosi-emosi lain yang belum terpenuhi; itu bisa dipandang sebagai masih menyisakan energi. Energi tersebut bisa terasa di sekitar tempat dia tinggal selama ini. Semakin jauh (tempat dan waktu) dari tinggal yang bersangkutan, semakin kecil kemungkinan energi tersebut tercerap oleh orang.

Bentuk-bentuk yang tercerap orang (seperti pocong, kuntilanak, genderuwo, vampir, drakula, dll) itu adalah hasil olah pikiran manusia. Terus, kok kenapa pocong yang dilihat Rahayu itu ada di dapur, bukannya di bekas mayat itu dibaringkan? Energi itu mungkin tidak terkonsentrasi di satu titik; misalnya di dapur atau kamar saja. Penjelasannya mungkin seperti ketika kita melihat sedaerah (sekelompok) awan. Si Anu seperti melihat bentuk domba di ujung utara; sementara si Ana seperti melihat muka orang di ujung tenggara; dan si Ani mungkin tidak melihat apa-apa, just sekelompok awan saja. Seperti itulah yang dialami Rahayu. Pandangan-pandangan yang nampak, itu tergantung preferensi si pengamat saja.

Lantas, kenapa si Rahayu melihatnya seperti pocong, sementara dia sendiri belum punya konsep apa-apa tentang pocong? Ini berkaitan dengan bawah sadar kolektif (collective unconscious, term by Carl Gustav Jung). Pada suatu tingkat tertentu, orang Jawa menempati alam bawah sadar yang sama. Dalam kesadaran sehari-hari, Rahayu tidak mengenal konsep pocong, namun di dalam bawah sadar sana, konsep pocong itu sudah ada. Bawah sadar orang Jawa telah mengenal konsep pocong.

&gt; Kenapa kita tidak pernah melihat sosok kembaran kita
&gt; sendiri duduk di kursi kantor padahal kita kurang lebih 8 
&gt; jam/hari duduk dikursi tersebut? padahal kalo melihat 
&gt; konsep anda hal itu sangat mungkin terjadi…apa karena 
&gt; kantor kita ber AC jadi konsep itu tidak berlaku?

Ini tergantung kepekaan masing-masing orang. Yang sederhana saja, banyak orang buta warna tidak bisa membedakan warna-warna tertentu.

&gt; Tapi dari pandangan saya sebagaiseorang muslim…hantu itu 
&gt; ada karena tuhan memang menciptakan sosok tersebut…ingat 
&gt; 4JJ1 itu menciptakan manusia malaikat jin…dan mungkin 
&gt; pocong itu termasuk golongan jin.

Dalam konsep Islam, segala sesuatu khan ciptaan Allah juga, termasuk energi-energi di dalam tubuh manusia itu. Apakah pocong itu termasuk dalam golongan jin atau setan? Itu tergantung penafsiran masing-masing orang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Energi itu bukan cuma panas. Saya mendoakan orang tua saya, itu adalah bentuk penyaluran energi [baik]. Saya mengutuk orang yang saya marahi, itu juga bentuk penyaluran energi [buruk]. Orang mati, panasnya mungkin hilang semua. Orang mati yang tidak ikhlas, banyak dendam yang belum terbalas, banyak ambisi yang belum tercapai, dan banyak emosi-emosi lain yang belum terpenuhi; itu bisa dipandang sebagai masih menyisakan energi. Energi tersebut bisa terasa di sekitar tempat dia tinggal selama ini. Semakin jauh (tempat dan waktu) dari tinggal yang bersangkutan, semakin kecil kemungkinan energi tersebut tercerap oleh orang.</p>
<p>Bentuk-bentuk yang tercerap orang (seperti pocong, kuntilanak, genderuwo, vampir, drakula, dll) itu adalah hasil olah pikiran manusia. Terus, kok kenapa pocong yang dilihat Rahayu itu ada di dapur, bukannya di bekas mayat itu dibaringkan? Energi itu mungkin tidak terkonsentrasi di satu titik; misalnya di dapur atau kamar saja. Penjelasannya mungkin seperti ketika kita melihat sedaerah (sekelompok) awan. Si Anu seperti melihat bentuk domba di ujung utara; sementara si Ana seperti melihat muka orang di ujung tenggara; dan si Ani mungkin tidak melihat apa-apa, just sekelompok awan saja. Seperti itulah yang dialami Rahayu. Pandangan-pandangan yang nampak, itu tergantung preferensi si pengamat saja.</p>
<p>Lantas, kenapa si Rahayu melihatnya seperti pocong, sementara dia sendiri belum punya konsep apa-apa tentang pocong? Ini berkaitan dengan bawah sadar kolektif (collective unconscious, term by Carl Gustav Jung). Pada suatu tingkat tertentu, orang Jawa menempati alam bawah sadar yang sama. Dalam kesadaran sehari-hari, Rahayu tidak mengenal konsep pocong, namun di dalam bawah sadar sana, konsep pocong itu sudah ada. Bawah sadar orang Jawa telah mengenal konsep pocong.</p>
<p>> Kenapa kita tidak pernah melihat sosok kembaran kita<br />
> sendiri duduk di kursi kantor padahal kita kurang lebih 8<br />
> jam/hari duduk dikursi tersebut? padahal kalo melihat<br />
> konsep anda hal itu sangat mungkin terjadi…apa karena<br />
> kantor kita ber AC jadi konsep itu tidak berlaku?</p>
<p>Ini tergantung kepekaan masing-masing orang. Yang sederhana saja, banyak orang buta warna tidak bisa membedakan warna-warna tertentu.</p>
<p>> Tapi dari pandangan saya sebagaiseorang muslim…hantu itu<br />
> ada karena tuhan memang menciptakan sosok tersebut…ingat<br />
> 4JJ1 itu menciptakan manusia malaikat jin…dan mungkin<br />
> pocong itu termasuk golongan jin.</p>
<p>Dalam konsep Islam, segala sesuatu khan ciptaan Allah juga, termasuk energi-energi di dalam tubuh manusia itu. Apakah pocong itu termasuk dalam golongan jin atau setan? Itu tergantung penafsiran masing-masing orang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Moh Arif Widarto</title>
		<link>http://rohmad.net/2008/04/08/dunia-hantu-orang-jawa/#comment-31</link>
		<dc:creator>Moh Arif Widarto</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 01:42:58 +0000</pubDate>
		<guid>http://rohmad.net/2008/04/08/dunia-hantu-orang-jawa/#comment-31</guid>
		<description>Pertanyaan Mas Sulist perlu dijawab nih, Mad. Aku pun memiliki pertanyaan-pertanyaan seperti itu, terutama yang berhubungan dengan energi panas yang ada pada mayit.

Pernah pegang mayit?

Mayit itu umumnya dingin. Setelah mati mayit akan menjadi dingin. Prosesnya dimulai dari kaki dan menjalar ke atas sampai kepala. Pada orang yang sedang sakaratul maut kadang-kadang kakinya sudah terasa dingin seperti tidak berdarah. Saya bisa menulis seperti ini karena saya pernah menunggui ibu teman main saya di kampung yang sedang sakaratul maut.

Menilik dari hal tersebut, energi panas semestinya sudah tidak terdeteksi pada sesosok mayit. Apalagi kalau mayit itu sudah dimandikan dan dikafani sehingga menjadi pocong, energi panas sama sekali sudah tidak ada. Yang ada hanyalah dingin tubuh pocong. Bulan februari lalu anak teman saya meninggal karena DB. Ketika akan dimandikan saya meraba tubuh mayitnya dan terasa singin. Pun ketika dikafani. Dus, konsep penampakan pocong karena masih ada energi panas yang ditinggalkan si pocong itu tidak bisa diterima.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan Mas Sulist perlu dijawab nih, Mad. Aku pun memiliki pertanyaan-pertanyaan seperti itu, terutama yang berhubungan dengan energi panas yang ada pada mayit.</p>
<p>Pernah pegang mayit?</p>
<p>Mayit itu umumnya dingin. Setelah mati mayit akan menjadi dingin. Prosesnya dimulai dari kaki dan menjalar ke atas sampai kepala. Pada orang yang sedang sakaratul maut kadang-kadang kakinya sudah terasa dingin seperti tidak berdarah. Saya bisa menulis seperti ini karena saya pernah menunggui ibu teman main saya di kampung yang sedang sakaratul maut.</p>
<p>Menilik dari hal tersebut, energi panas semestinya sudah tidak terdeteksi pada sesosok mayit. Apalagi kalau mayit itu sudah dimandikan dan dikafani sehingga menjadi pocong, energi panas sama sekali sudah tidak ada. Yang ada hanyalah dingin tubuh pocong. Bulan februari lalu anak teman saya meninggal karena DB. Ketika akan dimandikan saya meraba tubuh mayitnya dan terasa singin. Pun ketika dikafani. Dus, konsep penampakan pocong karena masih ada energi panas yang ditinggalkan si pocong itu tidak bisa diterima.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: khu</title>
		<link>http://rohmad.net/2008/04/08/dunia-hantu-orang-jawa/#comment-30</link>
		<dc:creator>khu</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 06:33:48 +0000</pubDate>
		<guid>http://rohmad.net/2008/04/08/dunia-hantu-orang-jawa/#comment-30</guid>
		<description>ya...bagus juga sih,untuk paham tapi harus dibaca 2x, soal menyangkut konsep energi,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya&#8230;bagus juga sih,untuk paham tapi harus dibaca 2x, soal menyangkut konsep energi,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Massulist</title>
		<link>http://rohmad.net/2008/04/08/dunia-hantu-orang-jawa/#comment-29</link>
		<dc:creator>Massulist</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 06:22:10 +0000</pubDate>
		<guid>http://rohmad.net/2008/04/08/dunia-hantu-orang-jawa/#comment-29</guid>
		<description>Mungkin secara teori konsep anda benar, tapi kalo dilihat dari contoh cerita anda tentang pocong mbah kunti. ada beberapa pertanyaan yang akan saya ajukan :

1. apa mungkin mbah kunti setelah meninggal diletakkan dipojok rumah secara berdiri sehingga rahayu melihat sosok mbak kunti dalam keadaan berdiri? bukannya seharusnya sosok pocong itu muncul dimana dia diletakkan.

2. Apa benar manusia ketika sudah meninggal masih memiliki panas tubuh yang begitu kuat sehingga masih membekas hingga seorang anak rahayu bisa mendeskripsikan bentuk pocong sedemikian rupa sedangkan dia sendiri belum pernah menerima konsep perepocongan?

3. Terus apakah harus menunggu setelah meninggal pancaran panas tubuh akan tampah riil membetuk sebuah sosok...bukannya seharusnya saat masih hidup?

4. Kenapa kita tidak pernah melihat sosok kembaran kita sendiri duduk di kursi kantor padahal kita kurang lebih 8 jam/hari duduk dikursi tersebut? padahal kalo melihat konsep anda hal itu sangat mungkin terjadi...apa karena kantor kita ber AC jadi konsep itu tidak berlaku?

Dan masih banyak pertanyaan2  yang menggelitik mengenai konsep anda tersebut.
Bukannya saya pendukung konsep perpocongan dan bukannya saya tidak setuju dengan konsep anda..Tapi dari pandangan saya sebagaiseorang muslim...hantu itu ada karena tuhan memang menciptakan sosok tersebut...ingat 4JJ1 itu menciptakan manusia malaikat jin...dan mungkin pocong itu termasuk golongan jin. Pis bos ini sekedar tukar pikiran aja....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin secara teori konsep anda benar, tapi kalo dilihat dari contoh cerita anda tentang pocong mbah kunti. ada beberapa pertanyaan yang akan saya ajukan :</p>
<p>1. apa mungkin mbah kunti setelah meninggal diletakkan dipojok rumah secara berdiri sehingga rahayu melihat sosok mbak kunti dalam keadaan berdiri? bukannya seharusnya sosok pocong itu muncul dimana dia diletakkan.</p>
<p>2. Apa benar manusia ketika sudah meninggal masih memiliki panas tubuh yang begitu kuat sehingga masih membekas hingga seorang anak rahayu bisa mendeskripsikan bentuk pocong sedemikian rupa sedangkan dia sendiri belum pernah menerima konsep perepocongan?</p>
<p>3. Terus apakah harus menunggu setelah meninggal pancaran panas tubuh akan tampah riil membetuk sebuah sosok&#8230;bukannya seharusnya saat masih hidup?</p>
<p>4. Kenapa kita tidak pernah melihat sosok kembaran kita sendiri duduk di kursi kantor padahal kita kurang lebih 8 jam/hari duduk dikursi tersebut? padahal kalo melihat konsep anda hal itu sangat mungkin terjadi&#8230;apa karena kantor kita ber AC jadi konsep itu tidak berlaku?</p>
<p>Dan masih banyak pertanyaan2  yang menggelitik mengenai konsep anda tersebut.<br />
Bukannya saya pendukung konsep perpocongan dan bukannya saya tidak setuju dengan konsep anda..Tapi dari pandangan saya sebagaiseorang muslim&#8230;hantu itu ada karena tuhan memang menciptakan sosok tersebut&#8230;ingat 4JJ1 itu menciptakan manusia malaikat jin&#8230;dan mungkin pocong itu termasuk golongan jin. Pis bos ini sekedar tukar pikiran aja&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
