Rahasia Hidup Bahagia

Hal-hal apakah yang membuat hidup kita bahagia? Apakah harta benda, uang, pangkat, jabatan, nama besar, keluarga, anak, istri, atau ibadah? Tentu jawabannya sangat beragam.

Apakah yang mengerakkan (motivasi utama) semua aktifitas umat manusia ini? Kalau dirunut sampai ke ujungnya, saya berani mengatakan bahwa motivasi utama manusia beraktifitas adalah untuk MERAIH KEBAHAGIAAN dan MENGHINDARI PENDERITAAN. Manifiestasi berbagai macam, sebanyak aktifitas yang dilakukan semua manusia saat ini. Dan… saya nulis ini juga dalam rangka MERAIH KEBAHAGIAAN.

Semua keinginan menimbulkan ketegangan di pikiran (mind) kita. Apa yang terjadi ketika keinginan kita terpenuhi? Yang terjadinya adalah meredanya ketegangan. Nah, saat ketegangan ini mereda, kita merasakan sensasi yang menyenangkan (bahagia). Biasanya, sensasi itu tidak berlangsung lama karena perhatian dilaihkan pada keinginan lain yang belum terpenuhi.

Sebagai contoh, katakanlah kita punya target bahwa tahun tahun 2008 ini kita mendapat pekerjaan baru (pindah perusahaan) dengan gaji 2 kali lipat dari sebelumnya. Ketika kita mendapatkannya, tentu saja kita merasakan gembira yang luar biasa. Coba amati dan rasakan, pelan-pelan kegembiraan itu mereda. Selanjutnya kita dihantui dengan keinginan-keinginan baru, misalnya ingin beli (ganti) kendaraan, ingin pindah rumah, dan ingin ini-itu lainnya. Kemudian, kita kembali ke dalam suasana ketegangan-ketegangan pikiran. Euphoria kegembiraan karena kenaikan pendapatan hanya berlangsung sebentar saja.

Secara umum dipahami bahwa kebahagiaan tercapai manakala [semua] keinginan terpenuhi. Ini semua pasti tahu. Apakah kebahagiaan semata-mata dipenuhi dengan cara itu? Tidak, ada cara lain yang bisa kita lakukan, yaitu: menerima apa adanya atau tidak membuat keinginan apapun.

Tidak punya keinginan, itu adalah hal yang mustahil pada manusia. Namun kita bisa membuat suasana “tidak punya keinginan” kok. Gimana caranya? Coba kita amati hembusan keluar-masuknya udara nafas kita. Amati saja… Amati ketika udara masuk… Amati ketika udara keluar… Amati seterusnya… Dan seterusnya… hingga akhirnya kita hening bersama hembusan nafas. Rasakanlah… betapa tenangnya diri kita… rasakanlah… betapa bahagianya kita.

Itulah rahasia hidup bahagia yang paling gampang. Tidak perlu biaya sepeserpun 🙂

This entry was posted in Motivasi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Rahasia Hidup Bahagia

  1. aNdRa says:

    OOT: FYI mas, aku udah link blognya sampeyan. 😀

  2. rohmadst says:

    Sama-sama, Mbak.
    Thanks ya.

  3. aNdRa says:

    tidak membuat keinginan apapun –> kari didongakke Yasin wae ki mas… hihihi 😀
    Menurutku lebih efektif untuk lebih sering ‘melihat ke bawah’, jadi bisa mensyukuri yang dimiliki. Kalo menghilangkan keinginan, podho wae ngalup mas. Keinginan untuk hidup lebih baik menurutku tetap harus ada, hanya saja sasarannya disubstitusi mungkin yg semula keinginan thdp materi, diganti thdp ibadah / beramal.

  4. rohmadne says:

    Tidak membuat keinginan apapun, itu artinya dah mati yo Mbak 🙂
    Iya, keinginan untuk hidup lebih baik bisa tetap ada. Namun ya itu, jangan sampai terbelenggu dengan ambisi “Keinginanku harus terpenuhi!”.

  5. imamprakoso says:

    pesan dari cerita ini adalah, kita tetep harus punya cita-cita , harus tetap berusaha sekuat tenaga. beramal dan bekerja. jika berhasil, jangan senang yang terlalu berlebihan, senang yang secukupnya saja. jika hasilnya belum sesuai dengan harapan, kita ambil nafas dalam-dalam, dan akhirnya kita tetap dalam kondisi yang bahagia.
    begitu kan ?

  6. Litz says:

    Klo kata gede prama mengendalikan keinginan dan akhirnya melampaui karma alias tidak terikat dgn hasil, dan meditasi sperti mengamati keluar masuknya nafas adlah salah satu cara mengendalikan pikiran dgn mengubah fokus utk mencari kebahagiaan dan kedamaian di dalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *