Mengatasi Kebiasaan Bicara Gagap


Photo by ALAMY / Telegraph.co.uk

Akhir-akhir ini umi sering resah. [Saya memanggil istri dengan sebutan umi]. Pasalnya Nisa, anak kami, sekarang ngomongnya tambah gagap. Dulunya sih gak ketahuan kalau gagap. Seiring dengan bertambahnya kecakapan dalam bicara, bertambah pula gagapnya.

Kata umi, “Wah, ini nurun dari ayahnya nih. Semua-semua nurun dari ayah. Gak mukanya, gak hidungnya, gak gagapnya. Hanya ceweknya aja yang nurun dari umi 🙂 “. Sekarang saya sih gak gagap. Dulu, waktu masih kecil dan remaja, saya itu gagapnya minta ampun. Orang-orang sekampung tahu kalau saya gagap. Yang gagap itu banyak, dan di kampung mungkin saya yang paling parah. Memang, kami dari keluarga yang gagap.

Bapak saya gagap. Ibu sih enggak. Dari empat anaknya, hanya satu yang tidak gagap, yaitu kakak (anak pertama). Yang paling parah gagapnya adalah saya dan adik bungsu. He… he… lucu ya, bisa anda bayangkankalau kami sekeluarga lagi ngobrol rame-rame 🙂

Saya masih inget, saya paling susah menyebut kata yang diawali huruf m dan p, misalnya “mmmememmmeja” dan “ppppapapappppppaling-pppppappaling”.

Konon, gagap itu lebih sering diderita anak-anak. Biasanya setelah dewasa gagap itu berkurang atau hilang sama sekali. Tapi juga banyak yang masih gagap setelah dewasa. Adik saya (anak ketiga) sekarang gagapnya berkurang. Si bungsu (sekarang kuliah semester 8 ) masih gagap, belum kelihatan kalau akan berkurang. Sementara bapak sedikit-sedikit masih gagap. Tahukah anda bahwa Winston Churchill dan Marilyn Monroe juga gagap? 🙂

Emang sih, dulu saya merasa terganggu banget. Saya paling takut kalau disuruh guru untuk membaca dengan keras. Ini salah satu yang paling saya takuti ketika di SMA, selain ketika menjadi ketua kelas. Menjadi ketua kelas itu sengsara banget, mesti laporan tiap mulai ataupun selesi pelajaran. “LLLLALALLLAPOR! KKKEKKEKKKKELAS SASASSSSSATU TTIGA SSSIAP MMMMEEEMMENGIKUTI PPPPEPEPEEPPPPELAJARAN FFFFISIKA” Paling parah kalau laporannnya panjang; jumlah siswa sekian, hadir sekian, kurang sekian, sakit sekian, ijin sekian, dan sekian-sekian yang lainnya. Waduh… tolong…. 🙂

Semakin saya takut, ngomongnya jadi semakin gagap. Tambah bingung jadinya. Saya gak mau terus-terusan menderita begini. Akhirnya pada suatu hari (waktu itu saya kelas 2 SMA) saya menemukan buku “Berpikir positif”. “Dengan berpikir positif, dunia akan kita kuasai”. Buku ini adalah awal dari perubahan besar pada diri saya. Setelah itu, akhirnya tidak ada buku-buku sejenis itu yang terlewatkan.

Pelan-pelan dan pasti, saya mulai membiasakan diri untuk berpikir positif. Saya juga mulai latihan membaca dengan suara keras. Untuk itu, saya sering nyari tempat di kebun belakang sekolah untuk latihan membaca lancar. Selain itu, saya juga latihan pidato sendiri, dengan atau tanpa teks. Intinya, saya harus bisa bicara lancar tanpa gagap. Gimana, ada gak di antara teman-teman yang sempat melihat saya latihan ini? 🙂

Di masa-masa kuliah saya menemukan banyak wahana untuk latihan menghilangkan gagap ini. Apalagi setelah aktif di suatu kelompok pengajian. Di situ banyak sekali diskusi yang melatih saya bicara lancar. Apalagi saya sering dipaksa ngasih sambutan ketika menjadi ketua panitia di suatu acara. Hingga akhirnya saya jadi pembicara pada pengajian kecil-kecilan.

Dan sekarang… selamat tinggal gagap. [Kadang-kadang sih masih kepleset ngomong gagap, tapi ini sangat jarang banget]. But, saya masih gak tahu, gagap saya hilang karena memang harus hilang atau karena saya telah berusaha sungguh-sungguh untuk tidak gagap (dengan latihan bicara lancar ataupun mengontrol emosi).

Gagap pernah akrab dengan kehidupan saya, dan akhirnya pergi meninggalkan saya. Kini, gagap iti datang lagi. Ia datang melalui Nisa, anak kami. Selamat datang, ahlan wa sahlan ya, G A G A P.

This entry was posted in Motivasi. Bookmark the permalink.

181 Responses to Mengatasi Kebiasaan Bicara Gagap

  1. aNdRa says:

    Ceritanya menarik mas, salut buat usahanya menghilangkan gagap. Maaf tadi saya sempat ketawa baca posting ini. Salam kenal ya mas, sy anggota milis Kota Pesantenan juga 😀

  2. rohmadst says:

    Jangankan Mbak Andra, saya juga suka ketawa-ketawa kalo ngebaca lagi, solanya inget yang dulu-dulu 🙂

  3. KutuKupret says:

    Mas, tapi kalau nulis lancar banget yah kayak air mengalir 🙂

  4. rohmadne says:

    Iya, soalnya tangannya tidak gagap 🙂

  5. piyut says:

    mad, pakabar? hehehe..long time no see you! 😀
    Gagap? hehehehe….aku masih inget waktu di jl mahoni perum II tangerang. Kamu sering banget ‘ngomel’ sendiri di balkon lantai 2 rumah kontrakan..hahaha.. seperti anak yang belajar membaca ya mad ? hahaha..adanya cuman ketawa klo inget kamu waktu jaman kuliah dulu…mungkin kalau ada bom, keburu bom nya meledak sebelum kamu ngomong…hahaha..tapi itu kan dulu…!! sekarang bapak satu ini sudah beda, dari tulisan kamu katanya sudah tidak gagap lagi kan ? Good job for you lah mad!!!

  6. rohmadne says:

    Kabar baik, Om.
    He…he… ternyata ada lagi temen yang memergoki aku belajar ngomong. Asli, aku jadi malu nih. Tahu gitu aku belajarnya di dalam kamar aja 🙂

  7. icha says:

    saya juda gagap,mas…
    bagaimana yah cara menghilangkannya?
    saya jadi kurang percaya diri..

  8. rohmadne says:

    Orang gagap awalnya merasa biasa-biasa saja. Seiring dia dewasa, dia semakin merasa bahwa gagap adalah sebuah kekurangan. Lebih lanjut, dia semakin merasa rendah diri dan tidak percaya diri. Hal ini persis pernah saya alami.

    Justru itu, rasa rendah diri dan tidak percaya diri semakin membuat semakin susah untuk menghilangkan gagap. Jadi, langkah pertama adalah MENERIMA apa adanya. Setelah menerima ada adanya, berarti kita siap melakukan perubahan pada diri sendiri.

    Ambisi yang terlalu kuat, dalam hal ini ambisi untuk menghilankan gagap, kadangkala (sering) justru malah menutup kemampuan kita untuk berubah. Sekali lagi, yang pertama dan utama adalah MENERIMA apa adanya, bahasa kerennya IKHLAS.

    Selanjutnya, mulai berlatih untuk ngomong lancar. Dulu yang saya lakukan adalah:
    1. Latihan membaca keras. Kalau malu, lakukan di kamar tertutup rapat
    2. Latihan pidato sendiri
    3. Kalau perlu ngomong sama kursi, tembok, atau tempat tidur sendiri.

  9. yasmin says:

    salam kenal…. saya baru bikin blog nih. katanya kalau mau banyak teman kudu sering-sering kasi komen ya. Baiklah saya kasi komen ini. Asyik ya bisa mengalahkan gagap, saya pun demikian, usaha terus, cuma ya gitu gagap saya tetap nggak hilang, walaupun nggak selalu muncul juga

  10. isaac says:

    terapi air panas campur garam efektif hilangkan gagap.

    caranya tiap pagi air panas yang sudah dicampur dengan garam disiramkan diubun-ubun. lakukan tiap pagi, insya allah sembuh.. pantangan : jangan minum es..