Les Bahasa Inggris di English First

Sejak Agustus 2012 saya ikut kursus “Business English” di English First (EF) Karawaci-Tangerang. Motivasinya simple, saya ingin bisa bicara bahasa Inggris dengan lancar. Memang sih, hampir setiap hari di kantor selalu nulis email dalam bahasa Inggris, saya juga biasa membaca buku-buku (books), koran (news paper), dan majalah (magazine) dalam bahasa Inggis. Tapi kenapa kok kemampuan listening dan conversation bahasa Inggrisku tidak sebagus nulis dan baca dalam bahasa Inggris, ya? Pertanyaan ini tidak usah susah-susah dicari jawabannya, langsung aja cari solusinya dengan les bahasa Inggris :) Continue reading

Posted in Membangun Karir, Pendidikan | Tagged , , , , | 7 Comments

Tip Menyembukan Gagap


Image courtesy of imagerymajestic / FreeDigitalPhotos.net

Salah satu artikel di blog ini yang paling sering diakses adalah Mengatasi Kebiasaan Bicara Gagap. Ternyata banyak sekali kawan-kawan yang bernasib seperti saya, pernah gagap atau sampai sekarang masih gagap :) Berikut ini cara-cara mengatasi, menyembuhkan, ataupun menghilangkan gagap yang saya kumpulkan dari komentar kawan-kawan pembaca [Tulisan-tulisan ini sudah saya edit, saya quote intinya saja. Karena banyak sekali sharing kawan-kawan, tidak semua saya tulis di sini, nanti kalau ada kesempatan akan saya lanjutkan lagi].

Oleh rohmad, April 24, 2008
Orang gagap awalnya merasa biasa-biasa saja. Seiring dia dewasa, dia semakin merasa bahwa gagap adalah sebuah kekurangan. Lebih lanjut, dia semakin merasa rendah diri dan tidak percaya diri. Hal ini persis pernah saya alami.

Justru itu, rasa rendah diri dan tidak percaya diri semakin membuat semakin susah untuk menghilangkan gagap. Jadi, langkah pertama adalah MENERIMA apa adanya. Setelah menerima ada adanya, berarti kita siap melakukan perubahan pada diri sendiri.

Ambisi yang terlalu kuat, dalam hal ini ambisi untuk menghilankan gagap, kadangkala (sering) justru malah menutup kemampuan kita untuk berubah. Sekali lagi, yang pertama dan utama adalah MENERIMA apa adanya, bahasa kerennya IKHLAS.

Selanjutnya, mulai berlatih untuk ngomong lancar. Dulu yang saya lakukan adalah:

  1. Latihan membaca keras. Kalau malu, lakukan di kamar tertutup rapat
  2. Latihan pidato sendiri
  3. Kalau perlu ngomong sama kursi, tembok, atau tempat tidur sendiri.

Oleh isaac, June 10, 2008
Terapi air panas campur garam efektif hilangkan gagap. Caranya tiap pagi air panas yang sudah dicampur dengan garam disiramkan diubun-ubun. lakukan tiap pagi, insya allah sembuh.. pantangan : jangan minum es.. Continue reading

Posted in Hidup bahagia, Motivasi | Tagged , , , , , | 5 Comments

Kunci Komunikasi Sukses: Mendengarkan


Image courtesy of Michal Marcol / FreeDigitalPhotos.net

Dulu saya pernah kerja di perusahaan konsultan IT, sebagai DBA (Database Administrator) specialist. Perusahaan saya ini dapat proyek implementasi dan maintenance Database Oracle di sebuah perusahaan jasa. Dalam masa dua tahun maintenance, kami mendapat beberapa komplain keras dari client. Sebenarnya, tim DBA yang di-assign ke perusahaan client ini kapabilitasnya sangat bagus. Mungkin karena client ini mempunyai beberapa DBA sendiri yang jago-jago dan merasa tahu banyak mengenai Database Oracle, sehinga dalam banyak kesempatan mereka gampang menilai kinerja kami begini-begitu.

Akhirnya project manager (PM) kami memutuskan untuk merolling tim DBA yang bertugas, pertimbangannya: mungkin saja DBA client butuh DBA yang baru dari kami untuk penyegaran. Akhirnya saya di-assign untuk handle client ini. Jadi, alasannya semata-mata karena penyegaran, bukan karena saya lebih baik kemampuan DBA-nya (lha wong DBA yang saya ganti ini lebih senior dari saya). Continue reading

Posted in Managing People | Tagged , , | 1 Comment

Menghargai dengan Berterima Kasih


Image courtesy of Stuart Miles / FreeDigitalPhotos.net

Beberapa waktu lalu ada seorang rekan kerja menghampiriku sambil berkata, “Terima kasih, Mas. Sejak Mas Rohmad menjelaskan goal dan benefit enhancement aplikasi Customer Service di Kick of Meeting kemaren, saya jadi sangat mengerti betapa bergunanya feature ini.” Jlebbb! Hatiku gembira banget, dan serasa melayang-layang.

Di kesempatan lain, ada rekan kerja yang bilang, “Mas, terima kasih ya. Sejak Mas Rohmad bilang bahwa loading web SAP lumayan lama, saya sebagai owner aplikasi langsung merespon dan men-tuning web tersebut. Syukur, sekarang loading web SAP jadi semakin cepat dan pengguna yang lain jadi lebih puas.” Jlebbb lagi! Hatiku gembira banget, dan serasa melayang-layang. Continue reading

Posted in Hidup bahagia, Managing People, Motivasi | Tagged , , , , | 1 Comment

Menjalani Perubahan


Image courtesy of mrpuen / FreeDigitalPhotos.net

Orang bijak berkata, “Tidak ada yang abadi di dunia ini. Semuanya berubah, kecuali satu yang abadi, yaitu perubahan itu sendiri.” Hem… ada benarnya juga. Saya yang detik ini berbeda dengan saya sedetik yang lalu. Apalagi saya tahun ini, tentu saja berbeda dengan saya di tahun-tahun yang lalu.

Blog rohmad.net ini mengudara bulan Maret 2008. Awalnya hanya mengenai tulisan ringan tentang apa-apa yang pengin saya tulis. Selanjutnya, saya banyak menulis mengenai database Oracle karena waktu itu saya masih bekerja sebagai DBA Oracle. Di tahun 2009 saya sudah bukan lagi DBA Oracle, praktis knowledge saya tentang Oracle tidak berkembang pesat, alias stagnan, bahkan cenderung menurun karena lupa.

Saya terlalu menyukai blog rohmad.net ini identik dengan database Oracle. Saya merasa berharga dan dihargai. Berapa banyak komentar pembaca yang merasa terbantu dengan tulisan-tulisan Oracle saya, tak terhitung. Kesenangan dipuji dan dihargai di bidang Oracle ini, cenderung menghambat saya untuk menulis tema lainnya. Untuk menulis lagi mengenai Oracle, saya merasa tidak bisa seproduktif dulu. Sementara untuk menulis tema selain Oracle, saya takut nanti kesan database Oracle akan pudar dari blog ini. Akibat selanjutnya, praktis sejak tahun 2009 blog ini sepi update. Continue reading

Posted in Hidup bahagia, Motivasi | Tagged , , | 5 Comments

Memaknai Kegagalan


Image courtesy of tokyoboy / FreeDigitalPhotos.net

Apa yang kita rasakan ketika gagal? Stress, menyesal, putus asa, merasa tidak berguna, dan perasaan-perasaan negatif lainnya? Berapa lama kita merasakan perasaan-perasaan negatif tersebut? Sejam, sehari, sebulan, setahun, berpuluh-puluh tahun, atau bahkan selamanya? Waduh, sengsara sekali ya kalau sampai selamanya :)

Waktu masih SMA dulu saya pernah bercita-cita menjadi tentara. Saking kuatnya keinginan itu, sampai-sampai oleh teman-teman saya dibilang sebagai maniak catar (catar: calon taruna AKABRI). Untuk meraih keinginan itu, segalanya saya lakukan. Latihan fisik: push up, pull up, sit up, lari, renang, bahkan sampai-sampai otot perutku jadi six pack sebelum waktunya. Latihan non fisik: belajar bicara tegas dan lancar, hingga tidak malu ngomong sendiri sama tembok :) Singkat cerita, saya lolos semua tahap seleksi hingga akhirnya ikut seleksi tingkat pusat di Akmil Magelang. Namun, di seleksi akhir ini saya gagal. Yang lebih menyakitkan, saya mendapatkan ranking 1 di antara yang gagal itu, seandainya ranking saya dinaikkan 1 saja, pasti saya lolos.

Begitu gagal masuk AKABRI, langit serasa runtuh, bumi serasa hancur, dan hidup seakan berakhir dengan derita.

Waktu pun berlalu. Hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun telah lewat. Beberapa waktu yang lalu aku ketemu teman yang jadi tentara. Dia bercerita kalau hidupnya “nomaden” karena seringnya berpindah tempat tugas, bertugas di suatu tempat/wilayah paling lama hanya dua tahun. Kalau pindahnya ke wilayah pelosok, karena berbagai pertimbangan, anak-istrinya tidak bisa ikut serta. Waduh, bukan gue banget! Ternyata, kehidupan tentara itu tidak sesuai banget dengan selera hidup saya. Sekarang saya mensyukuri banget hidup yang sekarang, untung tidak jadi tentara :)

Continue reading

Posted in Hidup bahagia, Motivasi | 2 Comments

Product ETL, database, datawarehouse, dan BI

Menyambung tulisan mengenai arsitektur darawarehouse dan business intelligence, berikut ini nama-nama/merk/product database, ETL, dan BI di pasaran:

Brand/company: IBM
OLTP: IBM DB2
datawarehouse: InfoSphere Warehouse,IBM Netezza Data Warehouse Appliances
ETL: InfoSphere Information Server (DataStage)
BI environment: Cognos, SPSS

Brand/company: Oracle
OLTP: Oracle Database, TimesTen In-Memory Database
datawarehouse: Oracle Database, Oracle Exadata Database
ETL: Oracle Warehouse Builder, Oracle Data Integrator
BI environment: Oracle Business Intelligence

Continue reading

Posted in Datawarehouse, Product | Tagged , , , , , | Leave a comment

Pengantar Datawarehouse dan Business Intelligence

Dalam sistem pemrosesan data (enterprise data processing), datawarehouse dan Business Intelligence merupakan pusatnya. Semua data transaksi dikumpulkan, diproses, disimpan ke dalam datawarehouse, di-summary, di-query dan dianalisa, hingga menghasilkan laporan (report) dan hasil analisa; dan kemudian digunakan untuk menyusun strategi dan membuat keputusan.

Gambar berikut ini menunjukkan arsitektur sistem datawarehouse dan business intelligent:

Transactional Data
Merupakan data transaksi, tentunya kita sering mendengar istilah Online transactional processing alias OLTP. Dalam arsitektur ini dikenal sebagai data source. Data ini bisa dari sumber manapun (pembelian, penjualan, billing, dan lain-lain); dan bisa berformat apa saja (teks/flat file, specific product proprietary, database, spreadsheet, dll) baik structured maupun unstructured.
Continue reading

Posted in Datawarehouse, Konsep | Tagged , , , , , | 5 Comments